Cerita saja

Ini dituliskan seperti judul di atas sebagai cerita saja, atau mungkin lebih mirip “igauan”. Kan tidak enak kalau punya blog dan ditelantarkan untuk waktu yang lama, jadilah ini dituliskan tanpa terlebih dahulu terpikirkan apa yang akan dituliskan.

Setelah lama tidak menulis di sini aku agak lupa apa sebetulnya maksud atau rencana semula membuat blog ini, rasanya saat membuat blog ini periode mencoba segala macam fasilitas blog (yang gratisan) sudah lewat sehingga mustinya ada semacam tujuan tertentu untuk memulai menulis di sini. Memang yang teringat di sini aku mencoba blog berbasis WP (WordPress) dan mungkin ada keinginan untuk menjadikan ini tempat untuk menuangkan segala isi hati, yang bisa dituangkan di tempat yang terbuka dengan segala resikonya.

Yang pasti nama blog ini memiliki makna tersendiri untukku, *sensor*, yang bisa sesungguhnya menjadi petunjuk tentang niat membuat blog ini pada saat mulanya. Tetapi dalam perjalanannya makna yang begitu indah, begitu diharapkan, telah menjadi kesiasiaan, menjadi lambang ketidakberdayaan, titik kehancuran, dan semua yang buruk serta tidak diharapkan.

Jadilah blog ini suatu persembunyian, dengan harapan tidak ada yang akan pernah membacanya selain diriku. Biar blog ini menjadi tuangan perasaan yang tidak diketahui oleh orang lain, mencatat semua kepedihan dan kepengecutan diri ini dalam mengarungi lautan kehidupan. Layar yang terkembang telah patah diterpa badai, tinggal kain terkoyak yang berkibar membawa kapal entah kemana. Patah juga sudah kemudi tinggal terapung bergerak menurut arus, tanpa keinginan juga harapan. Adalah keajaiban tidak tenggelam ataupun karam, juga tidak perduli kalau semua berakhir seketika.

Biar banyak peluang terbuka biarkan semua berlalu kalau tidak mereka yang datang menghampiri, tak ada niat dan keinginan untuk berjuang merebut sesuatu. Terbalik, karam, tenggelam, semua boleh dan tidak perduli lagi. Sangat pesimis tapi tidak cukup berani untuk mengakhiri dengan sengaja, inilah puncak kepengecutan. Begitu hebat kekuasaan yang mengalahkan diri ini, telah menghilangkan semua harap dan asa. Bahkan tidak berani untuk berharap terjadi perubahan.

Keberanian yang tersisa adalah mengharapkan semoga penderitaan ini juga ada untuk semua yang terkait, sama sekali tidak sehat memang, tetapi begitulah adanya. Itulah keberanian yang tersisa.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://storiati.blogsome.com/2005/08/12/cerita-saja/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>