Kenapa?
Aku dan dia ……. kenapa?
Setelah begitu lama waktu berlalu tiada lain yang bisa menggantikannya, kenapa?
Ada rasa di luar nalar …. ada keyakinan di luar pengetahuan, hanya dia untuk ku.
Kala aku bersama dia rasanya tiada yang bisa salah, bahkan yang salah rasanya pasti segera berlalu.
Yang di luar sana dan di dalam sini;
menyatu atau tak pernah terpisahkan
kesatuan utuh jalan kehidupan
walau segala perbedaan
tak ada yang kuasa memisahkan.
Bahkan kenyataan bahwa aku dan dia tidak bersatu
di dalam hati ini
di dalam kalbu
hanya ada aku dan dia.
Ketika sunyi malam membiarkan aku mendengar suara kata hati
terdengar seru indahnya kebersamaan aku dan dia walau hanya dalam khayal,
di manakah batas nyata dan khayal?
ada kah beda nyata dan khayal
selain dari apa yang kita bayangkan, atau pun pada jarak yang kita buat sendiri.
Kalau harus kita berpisah atau tidak bersatu
dalam hati dalam kalbu
dalam angan dalam hasrat
tetap aku dan dia tidak lah dua, tetapi satu
dalam rasa, dalam hati ini
Semua kegilaan, semua yang tidak wajar
menanti saat semua sirna, beda nyata dan khayal
dalam keabadian, atau ketiadaan
tidak ada bedanya
karena hanya aku dan dia
yang berarti
kini dan selamanya
