Coba yang pake password yang iniaja
Mencoba untuk menggunakan fasilitas pasword pada postingan, terus nanti baru mikir penggunaan real-nya bagaimana.
ini memang mencoba untuk memasangkan fotonya sih.
Wajah publik, wajah privat, dan wajah hati
Dalam hidup ini kita tidak sendiri, ada jejaring orang-orang yang kita kenal dalam berbagai bentuknya. Tingkah laku kita akan selalu diukur dalam berbagai tolok ukur yang tidak selalu jelas, juga terkadang tidak kita ketahui. Ukuran atau norma itu pun interpretasinya bisa saja berbeda dari satu orang ke orang yang lain. Bahwa masyarakat terdiri atas individu-individu yang pada tingkat tertentu memiliki otonomi rasanya sulit dibantah, persoalannya adalah seberapa besar sebetulnya otonomi individual itu. Ini mungkin yang sering dibilang orang sebagai kebebasan. Untuk menambah komplikasi lagi, otonomi atau kebebasan itu diharapkan digunakan orang tidak hanya untuk kepentingan pribadinya, tetapi juga memperhatikan kepentingan orang lain dan masyarakat secara keseluruhan.
Sementara pada sisi lain struktut maupun dinamika kejiwaan seseorang pun rasanya belum dikenali dengan baik. Hal ini nampak dari masih adanya banyak teori kepribadian dalam psikologi dan psikiatri. Secara ilmiah belum tuntas penjelasan tentang dinamika kejiwaan dalam diri seorang manusia.
Aku jadi ingat dialog dalam suatu film: “Science is not more that best guess”, bahkan keseluruhan pengetahuan manusia sekarang diakui tidak merupakan suatu kepastian. Jadi rasanya norak deh istilah ilmu pasti. Karena ilmu pun mengakui keterbatasannya. Ilmu akan selalu berkembang dalam paradigma dan asumsi yang mendasarinya, dia dianggap pasti saat asumsi yang digunakan masih sahih untuk menjelaskan gejala atau premis yang diturunkan darinya. Sedangkan bila asumsi itu sendiri yang dipertanyakan, maka segalanya menjadi tidak pasti. Misalnya saja 2 + 2 semua akan menjawab dengan cepat 4; tetapi tanpa sadar itu berlaku untuk bilangan berbasis 10 (yang biasa kita pakai). Kalaupun kita lalu berargumen tetapi kenyataan bahwa 2 apel di tambah 2 apel menjadi 4 apel tidak akan berubah berapa pun penulisannya, kalau kita merubah basis. Memang begitu, tetapi itu karena kita memberi nama pada bilangan 2 dan 4 serta kita mendefinisikan 2 dan 4 seperti itu. Kalau kita tidak menggunakan matematika tentu tidak akan semudah itu lagi menjawabnya.
Yang aku mau bilang adalah ternyata ilmu terpenting saat ini adalah statistik, yang mengakui bahwa angka (informasi) tidaklah pasti tetapi ada tingkat ketidakpastian di dalamnya. Dalam istilah statistik bukan titik, tetapi ‘’range'’ .
Mungkin begitu pula masalah perwajahan yang menjadi judul ‘’posting'’ ini, bukan akurasi yang berupa titik tetapi bahwa pada skala tertentu antara ketiganya masih terlihat ada konsistensi tertentu. Walau dalam hal terpaksa, bisa terjadi antara ketiganya tidak terdapat korespondensi apa-apa. Alias, ada kebohongan di sana. Kebohongan sebagai upaya kita untuk menyenangkan orang-orang di sekitar kita, ataupun agar kita bisa di lihat sebagai orang “baik” oleh lingkungan kita.
Mengingat dia
Di antara keramaian aku selalu melihat dia berkelebat, rambut pendeknya, gaya berjalannya, profil mukanya. Untuk setiap sosok yang mendekati ketinggiannya aku melihat dirinya. Saat aku menutup mataku, aku masih terus bisa melihat dia. Aku rindu padanya.
Diantara kesunyian malam aku mendengar suaranya, berbicara dalam suara yang tidak bisa aku lupakan. Dengan ketusnya, kata dia, aku mendengar lantunan kebahagiaan. Semua suara yang mengingatkan aku padanya langsung membuat jantungku berdebar senang. Aku Rindu dia.
Dalam pengapnya kehidupan aku selalu mencium semerbak dirinya. Walau semua bau berganti tentang dia, aku selalu bisa mencium, membaui kehadirannya, dan itu menjadikan hatiku senang. Aku rindu dia.
Dalam kerasnya kehidupan aku meraba kehalusan yang tak nyata, terbayang aku menyentuhnya. Semua yang lembut dan indah mengantar khayalku pada dia. Aku rindu dia.
Dalam pahitnya kehidupan, tiap ku kecap rasa kenikmatan, kurasakan kebersamaan bersama dia. Manis dan renyah. Aku rindu dia.
Pada setiap inderaku, aku rindu dia.
Dalam jiwaku aku rindu kamu.
Dalam kalbuku aku rindu kamu.
Dalam sanubariku aku rindu kamu.
Sayang, aku rindu kamu.
About My Kids > Home
Sayang anak, sayang anak (bahasa Inggris sih)
Kasih Ibu Kepada Beta, Tak Terhingga Sepanjang Masa ….
Dari Bulletin Board Friendster/Diana Shantika ….
__________________________
“Rosa, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja.” Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah. “Mama sayang. ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa.” pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.
Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah. Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya “Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?” Kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata, “Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri”
Ah, Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya? Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab “Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama.Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.” Lagi-lagi aku hanya bisa berucap “Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu.” Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan..
Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Ah, maafin kami mama…18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat mama lelah.. Sanggupkah aku ya Tuhan?
“Rosa, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin di meja.. ” Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan.. “Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama.” Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan.
Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu.
Sahabat, tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “Aku sayang padamu.” Namun begitu, Tuhan
menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai. Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, Ibu. Walau mereka tak pernah meminta. Percayalah. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia..
“Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama selagi ENGKAU mengizinkan aku hidup.Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, terimalah dan jagalah ia disisiMu..
__________________________
***
Kasih Ibu kepada Beta
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi
tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia.
Rain <<< dari ‘ju-Q’ Bull Board FS
One rainy afternoon I was driving along one of the main streets of town, taking those extra precautions necessary when the roads are wet and slick.
Suddenly, my daughter, Aspen, spoke up from her relaxed position in her seat. “Dad, I’m thinking of something.”
This announcement usually meant she had been pondering some fact for a while, and was now ready to expound all that her six-year-old mind had discovered. I was eager to hear.
“What are you thinking?” I asked.
“The rain! ;” she began, “is like sin, and thewindshield wipers are like God wiping our sins away.”
After the chill bumps raced up my arms I was able to respond.
“That’s really good, Aspen.”
Then my curiosity broke in. How far would this little girl take this revelation? So I asked… “Do you notice how the rain keeps on coming? What does that tell
you?”
Aspen didn’t hesitate one moment with her answer:
“We keep on sinning, and God just keeps on forgiving us.”
I will always remember this whenever I turn my wipers on.
Isn’t it distressing to know that when you forward this message.
you will not send it to many on your address list because you’re not sure what they believe, or what they will think of you for sending it to them.
Funny how we can be more worried about what other people think of us than what God thinks of us.
In order to see the Rainbow, you must first endure some Rain.
__________________________
Hujan berkat dan dosa serta pengampunan. Kita harus melalui penderitaan untuk menikmati indahnya pelangi.
Tentang Cinta
Bulletin Board
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu
mencintai
seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan
meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,
tapi
kamu tetap mencintainya…
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup
melakukan apa saja demi seseorang yang kamu
cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia
peduli dan mengerti, tapi ia tetap tidak sadar dan
pergi darimu….
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah…
Aku pernah………
Aku pernah tersenyum meski kuterluka,
karena kutahu Tuhan tak menjadikannya untukku,
Aku pernah menangis kala bahagia,
karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan pergi
lagi,
Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat
nanti, dia pergi untuk orang lain, hatinya bukan
untukku…
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki aku
rasa, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang
lain untukku.
Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku dan
aku tidak dapat melupakannya,
karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan
ada
dalam raga.
Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik
dari orang tua… sahabat.. kekasih dan akhirnya
pasangan hidupnya.
Buat temenku yg sedang jatuh cinta..
selamat yah..
karena cinta itu sangat indah.
Semoga kalian selalu berbahagia.
Buat temanku yg sedang terluka karena cinta…
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar,
satu saat akan berada di bawah dan saat itu hidup
akan terasa begitu sulit,
tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya,
bersabarlah dan berdoalah semoga cinta yang lain
akan datang dan menghampirimu.
Buat temanku yang tidak percaya akan cinta…
buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan
cinta yang ada di dunia,
maka cinta akan membuat hidupmu menjadi
bahagia.
Buat temanku yang mendambakan cinta..
bersabarlah..
karena cinta yang indah tidak terjadi dalam
sekejap..
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik
bagimu.
Buat temanku yang mempermainkan cinta….
Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah
untuk dipermainkan.
Cinta bukan suatu kehampaan.
Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta dan
mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya.
Cinta itu Indah..
Cinta itu menyenangkan..
Tapi…
Menyiksa…
______________________
Wuih …. bisa juga posting pake marklet!!!
Mirip dan layak kutip nih untukku.


